Siapa sih di antara kita yang tidak risih melihat banyaknya sampah yang teronggok tanpa adanya penanganan lebih lanjut? Ketika berjalan melewati gang kecil di daerah sempit di pinggiran kota Bandung saya pribadi merasa tidak nyaman dengan pemandangan yang ada. Sampah telah membuat pemandangan tidak enak, bau busuk menyebar, belum lagi sampah yang telah terbungkus rapi dalam bak plastik kembali diacak-acak oleh kucing yang mungkin kebetulan telah mencium aroma makanan yang disukainya, kemudian disambung dengan adanya kecoa, lalat, bahkan tikus yang seenaknya keluar masuk dari tempat sampah tersebut.
Beberapa langkah di bawah ini dapat dilakukan guna mengatasi penumpukan sampah yang terjadi di beberapa kota Bandung, diharapkan dengan adanya ini maka sampah dapat teratasi sehingga kesan kota yang dingin, asri ini tidak tercemar ataupun ternodai dengan adanya polusi yang di sebabkan oleh limbah ini :
1. Penyediaan tong sampah yang sudah tertulis untuk sampah organik dan anorganik
Setidaknya dengan adanya ini maka sampah akan terpilah-pilah sehingga untuk proses selanjutnya dapat lebih mudah. Seperti yang kita tahu bahwa penanganan untuk tiap jenis sampah berbeda, untuk organik dapat kita jadikan pupuk kompos, kemudian untuk sampah anorganik, seperti plastik, karet, logam, dan lain sebagainya dapat kita daur ulang menjadi beberapa barang yang dapat berguna kembali, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah suatu barang, dari yang tidak berharga menjadi barang bervaluable tinggi.
2. Pengolahan limbah menggunakan M Bio
Penanganan limbah ini sebenarnya sudah dimulai dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya,. Ternyata berdasarkan penelitian yang dilakukan selama beberapa waktu di dapatkan hasil yang menggembirakan, fermentasi sampah dengan mengunakan M Bio dapat menghasilkan pupuk yang terbukti keunggulannya. Prof. Dr. Rudi Priyadi, Pembantu Rektor I Unsil, yang juga penemu teknologi M-Bio ini menyatakan cara ini sangat efektif untuk mengatasi masalah sampah, cara ini juga telah diaplikasikan melalui kerja sama dengan Universitas Teknologi Malaysia dalam mengatasi masalah sampah padat dan cair nantinya. Untuk lebih lengkapnya silakan lihat di sini.
3. Pembentukan kelompok entrepreneurship pengolah limbah
Pembentukan kelompok entrepreneurship ini selain dapat mengatasi masalah sampah juga dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Sebagai contoh, di Jakarta, sebuah kelompok yang terbentuk dan beranggotakan sekitar 5 orang membeli barang modal yang dibeli per kg 1000 atau 4000 per kg dari pemulung. Kemudian diproduksi menjadi barang produksi yang bernilai ekonomis tinggi seperti tas besar, tas belanja, sandal, dan dompet.. Lebih lengkapnya lihat di sini.
Masih banyak lagi langkah yang bisa dilakukan dalam pengolahan limbah di kota Kembang ini, tulisan di atas hanya merupakan puzzle kecil dalam pemecahan masalah sampah yang terjadi di lingkungan kita. Semoga tulisan yang singkat ini dapat memberikan perubahan berarti bagi kita semua.
Arifan Jaya Syahbana

ide yang bagus+nambah wawasan, infonya musti up to date y, tapi kayanya no-nya kok ngaco, so lebih teliti lagi ok.semangat
wah calon profesor kita yg satu ini ingin membuat kota Bandung bebas sampah euy. salut pak…
buat nda, cepetan buat blog kaya gini, biar pemikiran kita ga banyak yang hilang…eheh:D, itu..mau tak edit ah tulisannya, tadi cuma di kopi dari word aja, tyt ga bisa bagus ya?
buat hery, duh jangan menyanjung gitu..biasa aja, banyak yang lebih hebat kok (sok dewasa banget..:p)
assalamualaikum. wr. wb.
yah lumayan buat pemula. perlu ditingkatkan lagi belajarnya ya de. biar besok dapet nilai A. trima kasih.
wass. wr. wb.
Btw, lendinya diolah pake apa to fan biar falid??? aerasi ga terlalu mempan tuh, BOD,COD, apalagi Nitrat..fuih..PR besar buat ABRI..(Angkatan Buruh Riset Indonesia)..
With love..
Buat atmo, apaan tu lendi? wah..info baru ntuh..
luar biasa pak kita atu ini..
seneng banget dikunjungi bapak penting niy:)